Kalo di suruh memilih minum kopi atau teh, saya pasti memilih teh. Walau akhir-akhir ini saya juga menyukai kopi. Mungkin karena saya dibesarkan di kota Tegal, dimana masyarakatnya menjadikan minum teh sebagai tradisi. Contohnya, di rumah Bapak atau mertua tiap pagi dan sore pasti ada teh yang telah diseduh di poci tanah. Biasanya minum teh ini di temani cemilan-cemilan. Waktu minum teh pagi hari biasanya sebelum sarapan dan sore biasanya menjelang maghrib.
Di Tegal minum teh poci di warung dikenal dengan sebutan CIPOK ( moci karo ndopok) artinya minum teh sambil ngobrol, dan sebutan untuk tehnya WASGITEL (wangi, sepet, legi tur kentel). Oh ya, di kota Tegal tidak sulit untuk bisa menikmati teh poci ini, karena sekarang banyak warung-warung lesehan di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau di Alun-alun.
Dulu, jaman jadi pengangguran saya berdua teman pernah nongkrong di warung, makan sate kambing dan minumnya teh poci, ternyata cocok jadi berasa nikmat sekali……. Dan kenikmatan itu pernah terulang lagi di warung lesehan sebelah Masjid Agung tiga bulan sebelum menikah, kali ini dengan mantan kekasih, sembari menunggu kedatangan kereta Kamandanu yang akan membawa kami kembali ke Ibukota. Hingga saat inipun kenikmatan minum teh poci di sore hari masih saya rasakan berdua dengan mantan kekasih atau kadang bertiga karena si cipluk ikut nyeruput juga.
Pabrik teh banyak terdapat di Tegal, misal merk gopek, 2 tang, tong tji dan poci/sosro/botol (sorry nyebut nama), dan yang paling berkembang adalah perusahaan teh milik keluarga Sosrodjojo.Kebetulan saya sekeluarga menyukai teh merk POCI produksi Sosrodjojo. Menurut saya, rasa, wangi, dan pahitnya pas semua. Pernah minum teh botol Sosro? nah, teh cap POCI ini sama persis rasanya. Cuma mencari teh cap POCI bungkus kuning disini tidak ada, kalaupun ada yang bungkusnya oranye. Jadi kalo pulang ke Tegal pasti saya borong teh POCI bungkus kuning ini kira-kira untuk dua bulan, jika udah kehabisan dan kami tidak pulang ya terpaksa memanfaatkan mertua atau keponakan untuk mengirimkan teh.
Untuk minum teh dengan poci tanah ada tata caranya (versi saya), jika poci tanah masih baru harus di rebus dulu dengan air teh selama beberapa hari, atau isi poci dengan teh dan air mendidih biarkan seharian besoknya ganti lagi dengan yang baru, pokoknya sampai bau tanahnya hilang. Dan cara mengaduknya juga, bila memakai gula pasir jangan pernah pada tuangan pertama gulanya mencair semua, usahakan bertahap mengaduknya karena pasti akan berkali-kali menuangkan teh ke dalam cangkir. Makanya paling nikmat kalo memakai GULA BATU, karena rasa manisnya awet dan lebih gimana gitu…. pokoknya top lah! Satu lagi, yang terpenting bila kita memakai poci tanah jangan ganti-ganti merk teh, jadi harus setia dengan satu merk. Karena ini akan mempengaruhi rasa tehnya.
Saya juga berhasil mempengaruhi teman-teman disini untuk minum teh poci ini, ga apa-apalah saya di suruh membawakan tehnya atau poci tanahnya. Bahkan teman yang duduk di sebelah saya udah menjadi pelanggan tetap teh gopek. Kalo saya pamit mau pulang kampung, teman sebelah pasti bilang, “Aku ga minta apa-apa, biasa…teh kesukaanku aja”
-->
Senin, 18 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar